Cerita Seorang Guru Lelet

“Cerita Seorang Guru Lelet”

Kring….kring….. jam walkerku berdering, rasa malas begelayutan ditubuhku untuk enggan beranjak dari tempat tidurku. kutarik selimut tebalku hingga seluruh tubuhku “terbungkus” seperti lemper1 dingin, malas dan rasa – rasa yang lainpun hampir ada padaku di pagi ini untungnnya aku lagi nggak bisa sholat ya biasalah penyakit wanita (luka lama berdarah lagi) hehehe utzzz… pamali2.

Oh my god bukannya hari ini jadwal mengajarku kok aku malah berleha – lehe3 ditempat tidur. Brukkkk…. aku meloncat dari tempat tidur karena silau akan cahaya sinar mentari masuk dari sela dinding kamarku. Ah aku kesiangan hari ini. Stupid…stupid… stupid… gerutukku dalam hati andai aku tidak menuruti rasa malas mungkin aku bangun nggak sesiang ini, bodohnya aku. Untungnya peralatan mengajar hari ini telah aku siapkan dari kemarin hingga aku nggak keburu – buru banget secepat kilat aku mandi entah mandi entah apa aku nggak tau yang penting tubuhku basah “mandi bebek” kale… kebiasaan ini bukan hanya sekali hampir setiap aku nggak sedang sholat.

Tempat aku mengajar sangat jauh hampir memakan waktu 1 jam perjalan dari rumah. “kak, mana kunci sepeda motorku?” aku dah telat ne. sambil mondari – mandir kesana – kemari mencari kunci sepeda motorku. Kakakkupun ikut dalam perncarian yang memakan waktu cukup lama dan memperlambat perjalananku, ah ini semua kemalasan aku untuk bangun lebih awal, batinku yang menyalahkan diriku sendiri.

  1. lemper (makanan yang terbungkus dari daun pisang)
  2. pamali (hal yang tidak baik untuk dibicarakan
  3. berleha – lehe (bermales – malesan)

“Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif” kakak iparku mencoba menghubungin abangku yang sejak tadi pagi sudah pergi ke tempat kerjanya. Kenapa kak, nggak aktif ya nomornya?. “Iya” tadi pagi abangmu yang memanasin mesin sepeda motormu mungkin kuncinya terbawa olehnya.

Oh my God, help me…. I don’t know what I must do…

Nun jauh disana aku membayangkan wajah – wajah anak muridku yang sedang menantiku, dalam penantiannya pasti ada aja keributan yang mereka perbuat apalagi mereka sangat menggemari pelajaran bahasa inggris. aku jadi merindukan mereka wajah – wajah lugunnya, kekonyolannya, ledekan – ledekannya didalam kelas. Ah aku menjadi meresa bersalah kalau aku terlambat atau memungkin aku tidak dapat mengajar pasti mereka kecewa kepadaku.

Hallo…. assalamua’alikum wr.wb suara abang Roy dari telpon gengamnya, oh iya ana kunci motormu terbawa abang nanti aku kirimkan lewat ojek ya, katanya. Uuhhhh… hari semakin siang emang abangku yang satu ini sangat pelupa sampai – sampai kunci motorku dikantongin di saku celananya kalau begini aku bisa apa selain menunggu tukang ojek mengantarnya.

Pagi itu, langit biru terbentang luas, sekelompok awan beriringan, sinar sang surya menyinarin jagad raya ini hingga pemandangan pagi ini bagaikan sebuah lukisan yang terjual mahal. Seorang guru SD bermain dengan gigi sepeda motor dengan kecepetan diatas 80 hm. Ia melintasi area – area persawahan yang terbentang luas nan hijau dan perbukitan yang selalu mengintari perjalannya.

Gggaaarrrrrrrrrr………..

Sebuah mobil pick up dan sepeda motor beradu hantam, hingga semua kendaraan berhenti total dan terjadi kemacetan jalan karena sebuah mobil pick up melintang di tengeh jalan.

Astagfirrullah…

Aku harus menunggu mobil ini lagi untuk segera disingkirkan, I’m sorry my student. kulihat diatas sana mentari sedang mengejekku “guru pemalas” mungkin itu ejekannya. Ah terserah apa katamu mentari yang penting aku harus melaksanakan tugasku hari ini dengan baik, sehelai daun dari pohon karet jatuh tepat diatas kepalaku. Ah daun ini juga mengejekku “guru pemalas” mungkin itu juga ejekannya. Aku hanya bisa mengernyitkan dahi dan tersenyum tipis, ah aku harus mengakuinya aku memang seorang guru yang lelet gak seligat4 kucing memangsa seekor tikus

Mobil pick up berhasil disingkirkan bersama sopirnya yang tidak sadarkan diri. Kulajukan sepeda motorku kembali, awan – awan itu mengikutiku “ah” pasti ia sedang menertawakan aku.

“kasih sayang ibu” sebuah nama tugu di perempatan jalan, ini pertanda aku akan sampai di tempatku mengajar.

Uuuhhhhhhhh……

Uuhhhhhh…….

Uhhhhhhhhh

Suara sorak – sorakan didalam kelas, setelah aku memakirkan sepeda motorku, terdengar jelas suara mereka sampai disini ternyata aku terlambat 1 jam pelajaran aku hanya mempunyai 1 jam lagi untuk mengajar, aku tersenyum simpul “aku korupsi waktu” alangka berdosanya aku. Kulilhat ruang guru ternyata kepala sekolah belum datang juga.

Kulangkahkan kakiku menuju kelas empat yang suaranya sangat riuh, belum ada beberapa langka aku mau memasukin kelas mereka langsung terdiam.

Hei…! ada Miss Ana.. salah satu dari mereka berteriak

Woi..! “diam” Miss Ana masuk… salah satu dari mereka lagi berteriakan hingga terdengar dari luar.

Good morning student….

Good morning miss…

Kulihat satu persatu wajah mereka, mereka sangat membutuhkan pendidikan andai semua guru datangnya terlambat seperti aku bagaimana aku bisa menadapatkan hal yang lebih dari mereka, syukur – syukur mereka mengerti apa yang aku ajarkan dengan waktu hanya 1 jam pelajaran bagaimana kalau tidak, aku lebih sangat berdosa. I’m sorry my student, next I must more be better than this moment.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: