Fatmah gadis Impian

Fatmah Gadis Impian
Fatmah, it’s a nice name. Untuk pertama kalinya aku mengenal seorang gadis desa yang anggun dan muslimah. Gadis yang selama ini aku impikan, seorang gadis jawa yang lemah – lembut dan mempunyai tata krama yang baik. Ingin aku menyuntingnya andai aku sudah kenal lama dengannya, tapi aku tak rela ia jatuh ke tangan orang lain. Kabar kabarnya sih ia masih single. Owh ini kesempatan yang baik untukku….
Ilham, ilham… lagi ngapain kamu? cengengesan sendiri, senyum – senyum sendiri, jiwamu gak sakitkan? bilang sopian “ya enggaklah, jawabku.
Sopian kamu kenal gak dengan gadis yang rumahnya di ujung sana di dekat Rt sana, ohh itu aku kenal, emang kenapa, kamu naksir ya?
Sopian, sopian… wong naksir kok di tekonin piye toh? Ya jelas naksir bangetlah, coba kamu lihat pada diriku yan’ aku nih kurang apa? Kuliah dah tamat, kerjaan ada jadi aku ini tinggal nikah lagi. Aku mau melamar dia langsung rasanya aneh kan, jadi harus ta’aruf dulukan.
Wah sip tenan… jadi apa yang bisa aku Bantu untukmu ilham?
Ok, kamu Bantu aku seperti apa gadis itu… “Namanya Fatmah kang ilham” yeah namanya aku dah tau, maksud aku dia sudah punya tunganan belum? jangan cengengesan gitu kalau kamu gak mau ngenalin ya sudah gak apa – apa.
Walah ilham jangan marah gitu dunk, kamu harus tau dulu, dia itu bukan gadis sembarangan, dia itu Ukthi banget bukan gadis – gadis yang biasa kamu temui di jalanan lagian juga kamu gak mikir aku ini laki – laki yang harus bisa menjaga pandangan juga dunk… celoteh sopian..
Oh iya ya ya ya….. jadi bagaimana supaya aku bisa tau tentang dia karena aku juga belum pernah pacaran sih.’
Ok gini aja kamu kan punya adik cewek sih!! Adikmu kan sohibnya yang sering liqoh setiap minggunya di masjid al – amin, bagaimana? Ooohhhh iya putri!!! kenapa aku gak mikir kesana ya. Tapi ham kamu jangan bilang kalau aku mau melamar dia kamu selidikin aja dulu. Kamu dah sholat asar belum yan? Sudah dunnkkkkkkk, ok, let me playing foot ball. Sekarang!!!!! La iyalah yan moso taon depan keburu tua nanti, kamu mau, maen bola nunggu tua.
Fatmah, kamu ada waktu malam ini, entar malem kita ada undangan Maulid Nabi di Masjid Ihsan, bagaiman dateng gak?
Insyaallah put aku dateng sebab gak enak waktu di masjid kita Remaja – Remaja mereka dateng. Jadi kita usahain dateng juga ya.
Kalau gitu kita bareng – bareng aja ya, “ok aku tunggu di rumahku ya nanti malem”
Mas… Masss… mas ilahm, kok di panggil gak denger sih!!! Apa telinganya sudah berubah di telapak kaki ya??? Oh ya sebentar put mas lagi benerin telinga ne, hehehehe, hei put mas mau Tanya ne, entar malem ada pengajian remaja gak di masjid? Ada apa mas, tumben nanya gituan? Gak mas mau ikut pengajian remaja di sini, siapa tau mas bisa membantu kalau ada masalah – masalah pengajian di sini. Owwhhh kamu cantik banget put mau kemana put, malem – malem begini, mau kondangan ya? Eeeehhhh gak liat bung ne baju mau pengajian bukan mau kondangan!!!! Ssssstttttt kebetulan sekali aku mau ikut ne, pengajian di mana put? Ini mau Maulid Nabi di Masid Ihsan!!!!”
Mas boleh ikut kan put, ya nyusul aja gak apa – apa kan…. Sekali – kali jalan kaki mas… karena putri mau pake motornya mas….
Ah ini kesempatan untuk melihat gadisku, hehe astagfirullah apa ini gak dosa, kenapa aku gak dateng aja kerumahnya dan menyatakan niatku. Tapi apakah dia menerima aku, aduhhhh, ya Allah jika dia jodohku yang baik dekatkanlah padaku, tapi jika ini buruk jauhkanlah dia dariku, sungguh aku gak bisa menahan rasa ini, sungguh aku berlindung padaMu dari godaan syaitan yang terkutuk. Doaku dalam hati…
Telpon sopyan aja ah, tut…tut…tu…tut…
Assalmualikum, waalikumsalam, ada apa ilham? Kamu ada waktu gak malem ini, kalau ada!! Kita menghadirin acara Maulid Nabi di Masjid Ihsan Yuk,
Wewewe… yang bener aja ne kakiku belum sembuh ham, udah kamu ajak ngeluyur lagi apa kamu gak capek? Hei inikan mau ke rumah Allah, gak ada capek buat aku yan,” jawabku. Halah pasti ada niat tersembunyi ne di balik ini, iya kan…” ngaku aja gak bayar kok”.
Pokoknya nyusul aja yan kamu jemput aku ya, sebab motornya di bawah adik aku ne, ok tunggu ya.
Suasana Maulid Nabi indah banget, suara santri TKA/TPA yang melantunkan nasyid – nasyid Raihan yang bagus banget. Apalagi di tambah dengan tabuan rabbanaan, yang ikut memeriahkan suasana di malam ini!! aduh suatu kebudayaan yang gak akan pernah hilang di desa ini, belum tenyu ada di kota besar bunyi – bunyian seperti ini. kulihat di ujung sana seorang gadis yang ku impikan telah datang, dengan pakaian gamis yang sangat sederhana tapi tetap elok untuk di pandang. Nggak seperti adikku yang baru memakai baju – baju model gamis yang kelihatan sangat kaku untuk berjalan, aku ingin tertawa sendiri jadinya, namun aku bangga akhirnya adikku meninggalkan baju model alahhhhh entah apa itu namanya model Britney spear artis manca Negara. Tapi kini ia mulai berubah ini mungkin berkat lingkungan yang ada di sekitarnya, aku bangga padamu putri, akhirnya kamu bisa memilih jalan yang baik untuk masa mudahmu, semoga keselamatan dan rahmatNya selalu tercurah untukmu, amin. “ doa ku dalam hati….
Gak terasa acara hampir selesai, masih kulihat gadis pemakai baju gamis berwarna biru di sana masih duduk dengan anggunya sedang menyimak ceramah yang sedang di berikan oleh ustadz ali rozak.
Malam semakin larut akhirnya acarapun selesai, dan para jamaahpun mulai meninggalkan tempat, aku yakin. Dia pasti mengetahui bahwa aku meperhatikan gerak geriknya dari tadi sehingga dia selalu tertunduk dari tadi….
Putri, kamu tahu pemuda yang memakai baju kokoh berwarnah putih yang duduk di sebelah sopian anaknya pak parman tadi,,,, ya, ada apa fatmah? Tanya putrid lpenuh selidik, putrid gak mau untuk mengatakan bahwa itu kakaknya, sengaja ia tutupi karena ia sebenarnya ingin menjodohkan fatmah dengan kakaknya.
Kenapa rupanya fatmah, dengan pemuda itu? Km merasa terganggu atau tertarik dengannya. Eemmmm dia dari tadi memperhatikan aku terus, apa ada yang salah dengan penampilan aku hari ini, mungkin bedakkku telalu tebal hingga aku seperti mayat hidup!!! haha putri tertawa dengan renyah,, ya habis pemuda itu gak bisa menjaga pendangannya sih put, jadi aku risih banget,, kamu kenal dengan dia put? Ya aku kenal dengan dia, dia tetangga aku. Menurutmu dia orangnya bagaimana fatmah?
Eeemmmm dia sepertinnya akhwan banget dari cara dia duduk, seprtinya ia orangnya bijaksana banget deh,,, nananana kamu ada hati ini ke dia?,,, eittttssssss fatmah mencubit pinggangku, owhhh hei fatmah hampir aja kita masuk lobang ne, jalan di sini buruk banget kamu gak liat apa? Subhanallah, ini malem put mana aku liat jalannya, emang aku pengukur jalan, ya udah pelan – pelan aja put. Semoga kita selamet sampai rumah. Segudang pertanyaan untuk fatimah mengenai kakaknya,,, ahhh andai ini sore aku pasti mampir dulu kerumahnya sambil ngobrol tentang kakakku tadi.Tok…tok…tokk… asslamualaikum, pak buka pintunya ne fatimah pak!!!! Ya nak sebentar.. udah fatimah saya pulang dulu ya, sukron sudah mau nganterin aku pulang!!! Ya sama – sama, assalamualaikum, waalaikumsalam. Baru pulang nak, iya Pak. Tidurlah dah malam, kata bapak.
Kamis sore, ku langkahkan kakiku dengan terburu – buru untuk menapaki sebuah jalan yang lumayan buruk, hei fatmah kenapa langkahmu sangat tergesa – gesa apa kamu telah dikejar hantu sehingga kamu terlalu terburuh – buruh, dengan wajah yang muram, bapak meninggal bik, sore ini jadi aku berjalan terburuh – buruh, innalillahi wa innalillahi rojiun, yang sabar ya fatmah.. ya bik…
Fatmah sangat sabar dan tabah menghadapi semua ini, dia memandikan dan megikuti acara pemakaman bapaknya dengan raut wajah yang tenang, karena ia yakin segala sesuatu milik Allah akan kembali ke pada Allah. Kini ia tinggal bertiga fatmah, ibu dan adik bungsu fatmah, hassan ia adik yang cerdas dan pintar. Berbedah dengan ibunya yang berapa kali pingsan menyaksikan pemakaman bapaknya, karena ibu belum bisa menerima keadaan ini dengan yang sebenarnya. Memang sih bapaknya tidak pernah mengindap penyakit apa – apa. Semalem Bapak sehat – sehat aja!! wajar ibu belum bisa terima dengan hati yang lapang, dan pengetahuan ibu dengan agama juga sangat sdikit jadi ia belum bisa memahami hal seperti ini.
Ini hari ke 7 setelah meninggalnya bapak, aku melihat pemuda itu dating kerumah mengucapkan bela sungkawan dengan penuh suka cita!!! Terus dia mengmbil tempat duduk di barisan yang terdepan.
Setelah meninggalnya bapak!! ada seorang duda kaya melamarku, Fatimah aku melamarmu andai kamu menerima lamaranku, aku tidak memaksamu tapi aku hanya ingin menolong kamu dan kelurgamu dari masa – masa kesulitan hidupmu. Maaf ya pak saya belum siap untuk menikah, lagian juga ini masih dalam masa duka cita meninggalnya bapak!!! apalagi ibuku belum begitu pulih dalam dukanya, aku harus merawat ibu dan adikkku. Ya kalau itu keputusan kamu gak apa – apa, tapi andai kamu perlu bantuan, kamu boleh datang kerumah jangan segan – segan ya maen kerumah, aku akan siap membantumu.
Oohh fatimah kamu gadis yang tegar, cepat atau lambat aku pasti akan menyuntingmu. Andai kamu tahu perasaanku??? Aaaa, aku hanya bisa berandai – andai saja, tapi aku tak ingin rasa ini terhubungkan dengan nafsu karena aku ingin rasa ini murni apa adanya seperti air dan udara kemana air mengalir udara itu akan selalu mengiringinya tanpa lelah dan putus asa… aku ingin menjadikan kamu bidadari yang bersih di rumahku dan sebagai tangga yang koko buat rumahku… rumah akan tetep kokoh bila terbuat dari bahan – bahan pilihan dan akan terlihat lebih sempurna begitu juga kamu kulihat kau dari keyakinanmu yang begitu kuat, ruimah tangga akan tetap utuh jika di dalamnya terdapat manusia – manusia pilihan. Aku harus menyampaikan niat ku ini pada ayahku.
Waduh, rame banget ne, kumpul keluarga ya, kataku. Aha, ini kesempatan untukku. Untuk meyatakan gadis pilahanku pada ayah, ku dekati ayah yang lagi asyik nonton TV, ada ibu juga yang lagi nonton ne, kebetulan banget!!!! Hammm apa kamu sudah punya gadis pilihan? Kamu nih dah berumur untuk menikah apa kamu gak merindukan membentuk keluarga sendiri, mau di duluin adikmu ne, yang juga sudah dewasa. Jangan maen sama sopian terus mikirin juga donk untuk menikah. Celoteh ibuku.
Owh, kebetulan banget bu, ilham dah punya pilihan, dia seorang gadis di desa ini desa mataram ini, namanya fatmah, yang ayahnya sudah meninggal sebulan lalu. ibu pasti sudah taukan bagaimana orangnya, oh fatmah, sejak kapan kamu mengal wanita ilham!!!! Celoteh ibuku yang begitu senang, mendengar keputusan ingin menikah, oh ya bu, ibu setuju seandainya ilham menikah sama fatimah? Emmm setujuh kok ilham ibu senang kok, pilihlah dia karena agamanya!!! Harta bisa di cari tapi wanita Muslim seprti fatmah itu Susah di cari. Ledekan ibuku.
Yaaa… yang penting kalian bisa hidup senang ayah!!! Senang kok, tapi yang penting berdakwalah melalui keluarga kecil kalian nanti, Oh ya ngomong – ngomong, kamu dah pernah maen ke rumah fatmah gak, Apa ibunya sudah tau dengan niat kamu ini? belum yah!! Piye toh Ilham, moso belum di kasiih tau, celoteh ibuku. Ya udah besok malam senin kita berdua kerumahnya kita temuai ibunya. Ibu….. lagi ngapain? Ibu dah makan belum? Kamu makan dulu aja fatmah, ibu mau istirahat dulu, ya bu… hassan kemari dik, kamu belum makan dari tadi, sekarang makan dulu ya. Hasan besar mau jadi apa dik? Jadi pilot mbak, biar bisa terbang seperti burung dan keliling dunia. Ya kamu harus rajin beribadah dulu, biar jadi pilot yang sholeh. Setelah makan, kamu belajar dulu dek setelah itu tidur ya. Ku lihat ternyata ibuku gak lagi istirahat tapi beliau sedang membaca al – quran, semenjak, ibu di tinggal ayah sholat ibu semakin rajin, sering ikut pengajian ibu – ibu, aku bangga melihat perubahan yang ada pada diri ibu, terimakasih ya Illahi Robbi kau telah memberikan hidayah pada ibuku. Hei pilotku, kamu sholat isya dulu, entar belajarnya di lanjutkan ya.

Tok…tok….tok… Assalamualaikum
Waalaikumsalam, jawabku dari dalam.
Kreeeeekkkkkk suara pintu ku buka dengan perlahan!!! Astaghfirullaahal ‘azhiim, aku terperangah dalam bisuku, aku kaget banget dengan apa yang aku lihat di depan mataku, dari mana orang ini, ada angin apa sehingga mereka tersasar kemari? Ucapku dalam hati, aku berpikir, bahwa aku pernah bertrmu dengan laki – laki ini, tapi di mana ya. Dalam bingung aku sampai lupa menyuruh mereka untuk masuk kedalam rumah. Ehehmehm bapak itu berdehem sejenak aku kaget.
Oh ya maaf pak, ada yang bisa kami Bantu/? Oh iya, ibumu ada nak? Ada pak, sebentar ya pak tunggu sebentar, silakan duduk dulu ya pak, sengaja aku suruh ke dua laki – laki ini menunggu di teras depan.
Bu, ibu di cari orang, mereka ada di teras depan kok bu, siapa mereka Fatmah? Fatmah gak kenal bu. ya sudah kamu buatin minumnya biar ibu temui mereka.
Assalamualaikum pak, Waalaikumsalam, maaf pak!! Sepertinya Saya belum pernah kenal Bapak?Ya bener bu, Nama Saya Bapak anwar yang baru pindah dari Kota ke desa Mataram, kami tinggal di sini baru 3 bulan dan kebetulan kami tinggal di ujung desa ini. Karena, tugas kami harus menetap di desa ini, basi – basi ayah cukup membuat suasana menjadi normal gak setegang saat pertama kali datang.
Yayaya, owh jadi syaidah itu istri bapak ya, yang ikut pengajian rutin jum’at sore. Iya bu benar dia istri aku.
Oh ya pak, ada apa bapak sampai kemari, ada yang bisa kami Bantu?
Begini bu, ini anak laki – laki saya namanya M.Ilham Ali Al-Furqon, saya kemari bermaksud untuk meminang anak ibu Fatmah, untuk anak saya Ilham, jika ibu tidak keberatan saya akan mengambilnya sebagai menantu saya. Eeeemmmm bagaimana ya!!!!Yang bisa menerima lamaran hanya Fatmah, Saya, ibunya hanya bisa memberikan restu untuknya, oh ya kalau begitu, Ibu dan Fatmah kompromikan dulu tentang hal ini, ya bu!!! Kami menunggu jawaban dari Fatmah. Dua hari lagi kami akan datang kemari lagi. Karena malam hampir larur, Kami pamit dulu
Oh, masyaallah fatmah kok lupa ya buatin minumnya. Kemana dia!!! Ya, sudahlah bu mungkin dia ada kerjaan yang lain. Assalamualaikum, Waalaikumsalam.
Fatmah yang ada di dalam kamar masih memikirkan, Apa maksud kedatangan pri dan orang tuanya tadi?? Kenapa ibu lama banget ngobrolnya ya” apa sih bahan pembicaraan mereka, Kreeeekkkk suara pintu kamarku di buka oleh ibu, ada apa bu? Fatimah ibu mau bicara yang seerius Sama kamu, bicara tentang apa bu? Fatimah kamu sudah besar dan dewasa ini saatnya ibu melepaskan kamu, maksud ibu apa?? Kamu sudah saatnya untuk menikah nak, ibu gak memaksa nak… Ibu hanya menyarankan aja, tadi namanya Bapak Anwar, Dia melamarmu untuk anaknya yang bernama Ilham, kalau ibu lihat sekilas sih, Ilham itu anak baik, pemalu, bijaksana dan sholeh jadi dia pantas untukmu nak, menikahlah ibu akan senang melihatnya, kamu sudah cukup berkorban untuk kami nak, kamu anak yang baik pasti Bapakmu disana bila melihatmu menikah. Tapi bu siapa yang akan merawat ibu nanti, nggak begitu Fatmah setelah menikah kamu kan bisa setiap hari menjenguk kami. Jika itu membuat ibu bahagia Fatimah akan melakssanakannya dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah. Fatmah memeluk ibunya dengan rasa haru, dia gak bisa menahan tangisnya, ibu bangga mempunyai anak sepertimu nak. Semoga kamu selalu di beri kemudahan dalam hidup. Faimah masih dalam sesegukan tangisnya, dia tidak tau karena apa dia menangis bahagia ingin menikah atau takut jauh dari ibunya.
Akhirnya aku bisa melamar gadisku, tapi apakah fatmah mau menjadi istriku? Tapi yang penting aku sudah ada usaha untuk mendekatikan. Sungguh dia gadis pemalu.
Tengah malam aku harus bangun, aku akan bemunajat pada Allah, semoga dia memang jodaohku dan jalan yang terbaik untuk menikah.
Ku bentangkan sajadah ku angkat tanganku dan bertakbir, Allahhu Akbar. Ku dirikan sholat istikharah 2 rekaat karena Allah ta’allah. Assalamualaikum warraohmatullahi wabbarokatuh. Aku pun hanyut dalam doa yang ku panjatkan, “ya Allah jika engkau mengetahui bahwa urusan ini pilihanku untuk menikahi Fatmah ini adalah baik untuk diriku yakni di dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusan aku pada waktui dekat atau hari kemudian maka berikanlah ia padaku dan mudakanlah ia bagiku serta berikanlah berkah kepadaku di dalamnya dan jika engkau mengetahui bahwa urusn ini jelek bagiku, yakni di dalam agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku pada waktu dekat atau hari kemudian maka jauhkanlah aku darinya serta berikanlah kebaikan kepadaku dimana saja adanya, kemudian jadikanlah saya yang ridladengan pemberi.
Di satu sisi Fatmah juga melakukan hal demekian.. setelah itu fatmah membantu ibunya di dapur, hei pilotku, ia membangunklan adiknya hasan. Bangun donk hasan sudah pagi ini, sholat subuh dulu entar keburu siang. Ya mbak pilot bangun,” mau naik pesawat mbak, heheheh sebentar pilotnya lagi mau mandi ledek adiknya.
Hari yang dinantipun telah tiba, Ilham dan ortang tuanya datang ke rumah untuk menagih janjinya, assalamualaikum, waalaikumsalsm, masuk pak. Rumah yang indah, walupun kursi rotan tapi tertata rapi, dan ruangan yang bersih (celoteh ilham dalam hati), sebentar ya pak, saya mau kebelakang dulu. Fatimah buat minum dulu ya buat tamunya. “Ya bu”
Kita langsung aja ya bu, bagaimana bu, apakah Fatmah menerima Ilham sebagai calon suaminya. “Alhamdulillah ia menerimanya pak”. Alhamdulillah bisik Ilham, kalau begitu kita tunangkan dulu ya bu biar mereka bisa saling kenal, Fatimah enggan untuk keluar tapi dia ada di balik tembok, kebetulan ruang tamun bersebelahan dengan kamarnya. dia hanya nyengir – nyengir sendiri.
Tanggal dan hari sudah di tentukan, ia akan segera menikah dengan pujaan hatinya. Fatmah kamu kepasar dulu ya nak, tolong kamu belanja yang ibu catat ini. barang – barang ini untuk persiapan kamu menikah, iya bu.

Ketika hendak menyebarang ada penjabret yang menggunakan motor tiger, ketika itu fatmah membawa tas hitam, dan penjambret menjambret fatmah, sehingga fatma terpental dan ada sebuah bus lewat sehingga tubuh fatmah tertubruk bus, dan ia tertelungkup di jal;an dengan tubuh penuh darah. Banyak warga dan orang – orng sekitar pasar menolongnya dan melarikannya di rumah sakit, fatmah masuk dalam ruang UGD, tidak begitu lama Ilham dan keluarganya pun berdatangan menjenguknya dengan hati yang miris betapa tidak keadaannya begitu menyayat hati, ternyata jiwanya tak dapat tertolong. Fatmapun meninggal di hari pernikahannya setelah 1 bulan tidak juga siuman. Undangan sudah sebagian tersebar, Ilham begitu sedih, sopian selalu menghiburnya, dan Ibunya hampir saja melakukan bunuh diri untung dapat di cega dengan Dirman pamannya Fatmah.
Kini tubuh yang aku puja – puja dulu terbujur kaku, Fatmah kamu begitu baik tapi mengapa kematianmu tragis begini, bisik putri. Banyak ustadz yang membantu dalam pemakamannya.banyak warga yang tak menyangka bahwa fatimah akan secepat ini meninggal, Darahnya selalu keluar dari hidung fatmah, walaupun begitu darahnya tercium sangat harum bak bunga mawar yang lagi mekar, harumya kemana – mana hingga siapapun yang melayat tak pernah merasa jijik melihatnya. Bibirnya tersenyum seperti masih hidup, tapi badanya tetap membiru.
Kini proses pemakaman, Fatmah di masuk kedalam liang kubur, di sini Ilham tak kuasa melihatnya, hingga dia tak jatuh pingsan tak sadarkan diri. Fatimah….. fatimahhhh… anakku kenapa kamu begitu cepat pergi meninggalkan ibu nak.. rintih ibunya. Mbakkk… mbakkk hasan gak akan bisa mengajak mbak naik pewasat beneran. Pemakamanpun hampir selesai, ustadz membacakan doa. Ilham pun siuman kembali, nak.. kamu harus sabar masih banyak hal yang bisa kamu lakukan, mungkin dia belum jodohmu kamu harus kuat dan bersabar di balik peristiwa ini pasti akan ada hikmanya untukmua.hibur ayahnya. Sedangkan ibu dan adiknya hanya diam membisu gak bisa berkata apa – apa. Selamat jalan Fatimah semoga engkau lebih baik di kehidupan sana. Walaupun kau tiada kau tetap gadis impianku. Aku akan selalu berdoa untukmu, Fatmah Gadis Impianku, tidurlah dengan tenang. Ya Allah terimalah fatmah di sisimu,Amin!!!! kulihat alampun bersedih melihat suasana hari ini. Kau Akan selalu ada di hatiku. Kau mutiara hatiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: