kisahku I

Kisah Ku
My nick name is Ayu, I’m 23 years old d. aku anak ke-6 dari 7 bersaudara 3 perempuan dan empat laki – laki. Lubuk – lingau tanah kelahiranku walaupun bapak da ibu asli orang jawa tengah tapi aku tetap menyandang anak jawakan hehehe,,, orng bilang JASUM (Jawa Sumatera) aku sekarang duduk di bangkuh kuliah semester 6 jurusan Bahasa Inggris.
Masa Kecilku di bangku SD
Aku dari keluarga yang sangat sederhana, ketika SD keluarga kau masih utuh dan sangat harmonis walaupun kadang bapakku gak pernah ada di rumah karena propesinya dulu seorang sopir sedangkan ibuku berjualan di kantin sekolah walaupun kadang hari libur ibu harus jualan ketan keliling. Kehidudapan kami memeng gak begitu berkecukupan sehingga ibu harus membantu bapak mencari tambahan untuk makan sehari – hari. Masa kecilku gak seperti masa anak-anak kecil lainnya yang begitu leluasa bermaian,pada masa kecilku aku harus membantu ibu jualan di kanti sekolah dekat rumahku dan kadang aku membantu mencari kayu bakar di hutan., aku sangat menyayangi beliau karena walaupun ibu seorang pekerja keras dia tetap memperhatikan kami, dulu aku mempunyai rambut panjang sebahu beliau selalu membelai atau menguncit rambutku ketika aku dulu pergi sekolah nasehat- nasehatnya selalau tertanam di jiwa dan ragaku. “Rumah Boleh Miskin tapi ilmu kalian harus kaya” maksud ibu kami gak boleh putus sekolah walupun kami bukan orang yang berada “sekolah tetap nomor !” itu nasehatnya karena ibu gak mau melihat kami suasah seperti saat sekarang ini.
Umur 3 tahun aku mengidap penyakit yang ke-2ku tangan bengkak, kata orang alergi tapi 3 bulan gak membaik, tanganku bengkanya semakin besar dan benanah, ibu selalu membantu aku ketika aku bangun tidur, yang aku sendiri gak mampu untuk berdiri, dan setiap mua tidur aku harus di bopong untuk naik ketempat tidur yang kadang nanahnya keluar dengan sendirinya karena ibu gak punya uang untuk berobat kedokter ter-paksa aku harus di rawat atau di obatain dengan obat-obat tradisional, Waktu itu Ibu sangat sedih melihat keadaanku, aku kasihan padanya aku memnambah bebannya dengan penyakitku ini, setiap pagi dua baskom air hangat untuk merendam tanganku yang aku gak mampu untuk menahan perihnya yang menusuk dalam denyut nadiku, Ibukupun berjanji bila kau sembuh ibu akan membuat among – among ( seperti banjaan anak2) dan ganti nama.
Alhamdulillah aku gak tau kapan dan berapa lamanya kau sakit, karena ketelatenan ibuku merawatku akhirnya aku berangsur-angsur sembuh. Dan namaku juga diganti (maaf aku gak boleh kasih tau ne, itu rahasia buat aku), tapi maafkan aku ibu nama itu gak pernah aku pake dan bukan juga aku malu untuk menggunakannya tapi aku ingin nama itu akan selalu abadi didalam sanubariku.
Saat liburan sekolah, ibu mengajakku pergi kesemarang tepatnya di jawa tengah. Ibu mengunjungin saudaranya disana memang saudara ibu ornag berada semua tapi ibuku gak pernah meminta belas kasihan dari saudaranya.Selama di jawa entah kenapa jiwaku gak pernah bisa untuk menyatu di daerah ini aku selalu teringat tanah kelahiranku. Akupun gak kerasan tinggal di daerah ini dan selama tinggal satu bulanpun aku hanya merasa kekosangan yang ada bukan kenikmatan atau kesenangan hati ini. padahal sebelum pergi aku sudah membayangkan kesdenagan di kota ini. bapakku memang gak ikut dia hanya tinggal di daearah ini tapi aku heran sama bapakku di tinggal pergi gak ada raut kesedihan atau kerinduan yang terlihat di wajahnya untuk menyambut kami pulang ku lihat dia biasa aja, akupun mulai mencium ketidak wajaran di keluarga ini, ah ini mungkin ini hanya pikiran ngawurku aja.
Pulang dari jawa ibuku jatuh sakit, sakitnya aneh dua kakinya besar sedangkan tubuhnya kurus, aku sedih melihatnya. Ya allah, sakit apa lagi ini yang kau berikan pada keluarga ini, ketika ibu sakit-sakitan aku sudah duduk di bangku kelas 2 SD aku menyaksikan ibu selalu terbaring di ranjang, selama sakit bapakku gak pernah ada di sampingnya itu membuatku semakin membecinya apa yang ada di pikiran bapakku sehingga ia tega meninggalkan ibu yang sakit keras.Ibuku kadang pulih kadang sakit lagi, tetangga-tetangaku bilang ibu sakit karena ada guna-guna dari orang yang mau mencelakianya, Subhanallah semoga ibuku di jauhkan dari kesusasan hati dan mara bahaya, waktu itu kami masih sangat kecil-kecil dan kami tak tau apa-apa tenatang hal yang berbau mistik itu yang kami lakukan hanya psrah kepadaNya,
Suatu malam ibuku jatuh dari ranjangnya ketika kami sednag asyik – asyik berbicang-bincang bersma di ruang tamu. Kamipun kaget dengan apa yang terjadi ibu mulai gak bisa berbicara lagi sakitnya semakin parah sehingga mau buang air besar dan air kecil kami harus menyiapkan tempatnya karena ia gak mampu untuk brjalan, aku semakin miris melihat kondisi ibuku, kami gak mampu untuk membawanya kerumah sakit, saudara-saudara semua menjauh gak mau untuk menolong keadaan kami saat ini, aku menangis disamping beliau karena beliau gak mau minum obat, matanya selalu melihat keatas seperti ada sesuatu yang dilihatnya. Dan ketika aku sedang bermain sebentar di halaman ada ibu-ibu yang lagi ngerumpi salah satu diantara mereka bilang(maaf aku gak bisa nyebutin namany) dia bilang padaku bahwa ibuku gak ada harapan unutuk hidup. Pada waktu itu aku lagi maen bulu tangkis dengan menggunakan sandal, aku lembar mulutnya dengan sebuah sandal tapi yang kena jidatnya secara refleks karena aku kaget dengan perkataannya, akupun berlari menuju kamar ibuku, aku peluk ibuku dengan erat betapa aku menyayanginnya. Mulai saat itu aku gak mau untuk bermain karena aku gak mau denger ocehan-ocehan tetangga yang membuat hatiku semakin kalut dan sedih mendengarkannya begitupun dengan saudara-saudaraku kami gak mau terlalu banyak omongan dengan tetangga yang selalu mencemooh kami. Kami bicara hanya seperlunya.
Sepulang mengaji aku gak tau kenapa hatiku begitu risau tepatnya tahun 1992 ibuku meninggal dunia. Saat itu aku mencoba untuk tidak menangis, tapi apa di kata akhirnya letupan tangsankupun terjadi, semua orang sedih melihat kami karena kami waktu itu masih kecil-kecil banget. Adiku belum sekolah usia sekitar 3 tahun sedangkan aku baru kelas dua SD yan SMA baru dua oaring. Yang pertama sekolah di SMK N 1 Lubuk Linggau, dan yang ke-2 sekolsh di Pertanian. Tapi inilah hidup, inilah cobaan manusia hanya bisa berencana tapi semua kembali kepada Allah karena Dialah maha berkehendak.
bersambung
Ikutin lajutannya di kisah Ke-II ku……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: