kisahku II

Kisah II
Masa SMP
Hari ini kelulusan SDku, aku sangat bingung banget siapa yang kira-kira aku suruh untuk mengambil Ijazahku, kakakku semuanya gak ada di rumah mereka merantau. Kak pertamaku ada di palembang karena di ajak bosnya melihat pabrik plastic, kakaku yang kedua kerja di tambang emas dan pulangnya sebulan sekali, dan yang ketiga dia harus ujian sekolah. Mbakku juga lagi ujian dan gak mungkin aku menyuruh adikku untuk ambil Ijazahku. Aku sangat sedih banget di saat seperti ini seharusnya aku di dampingi dengan orang tua setidaknya kakak atau bapakku tapi semua sibuk dengan sendirinya. Aku melihat teman-temanku bersama orang tuanya, sedangkan aku, aku hanya sendiri oh betapa malangnya aku disaat perpisahan begini aja aku gak ada orang yang mendampingin aku. Aku hanya menunggu di gerbang sekolah karena kakakku yang no 3 janji andai dia cepat mengerjakan soal ujiannya dia akan langsung ke sekolahanku. Aku hanya menunggu di teras depan. Acara sudah akan di mulai tapi aku tetap duduk di depan sekolah, ada seorang guru menyapaku, kenapa aku kok gak masuk aja, aku hanya diem aja dan guru itu pun mengulangin petanyaannya lagi, aku bilang kalau aku lagi nunggu kakakku.
Haripun mulai siang sudah hampir jam 10 kebetulan acara di mulai jam sebelas karena nungu kepala sekolahnya belum datang, aku tetap menyandar di gerbang sekolah berharap kakakku datang. Rasanya aku ingin pulang aja, sambil aku berpikir mau nerusin sekolah lagi gak!!! Dengan keadaan yang sulit seperti ini, aku merasa hidup sendiri aja banyak saudara tapi sibuk semua. Ah aku jadi punya pikiran berhenti sekolah aja,,,, tak lama setelah itu kakakku dengan seragam SMUnya, ia datang juga kulihat dia dengan baju yang penuh keringat karena jalan kaki, kakakku melihatku duduk dan bersandar seperti itu, dia langsung memeluk dan mengusap kepalaku dan mengajakku masuk ke ruangan. Ternyata Ijazah telah di bagikan dan kakakkupun menemui kepala sekolah dan akhirnya Ijazah SDku telah aku raih hari ini, aku gembira dan sedih banget karena aku gak bisa ikut dalam suasana perpisahan. Tapi gak apalah yang penting aku dah lulus.
Sampai di rumah kakakku bilang “mau ngelanjutin sekolah dimana?” kebetulan nilai aku baik banget jadi aku sekolah bisa dapet yang negeri. Kakakku nyuruh aku melanjutkan saja walau bagaimanapun sekolah tetap jalan terus. Ya aku ingin menggapai impian walau entah bisa terwujud apa enggak tapi aku haru bisa menggapainyai.
Sekitar bulan juni “aku harus mandiri” ini niat yang kutanamkan dari sekarang aku gak boleh kalah dengan keadaan dan aku gak boleh lari dari kenyataan. Akupun datang kesekolahan kebetulan sekolahan yang aku tuju dekat dengan rumahku, akupun mencatat persyaratan yang di tempel di dinding, setelah itu aku pulang karena w aktu pendaftaran tinggal dua hari lagi. Akupun menyusun apa-apa persyaratan yang dibutuhkan. Karena nilaiku lebih dari cukup untuk masuk jadi akupun di terima di sekolah ini. sekolah SMP N.5.
Juni-Juli ini awal aku masuk SMP, pertama masuk sekolah aku gak ada baju seragam SMP, dan terpaksa aku memakai baju Mbakku yang dulu walau bajunya lama tapi masih bersih dan rapi. Sepatu, waktu itu aku dibelikan sepatu “apek’ sepatu untuk bermain kungfu itu istilahnya. Kegiatan ospekpun terjadi begitu lancar karena kakak kelas begitu ramah-ramah dan tak pernah ada hukuman mereka hanya memberikan masuk-masukan tentang cara belajar dan mengetahui tentang sekolah ini.
Tapi aku aneh ada kakak kelas yang suka sama aku dia mengungkapkan rasa sukanya sama aku, tapi aku gak ambil peduli karena aku gak mau pacaran sebelum aku sukses meraih cita-citaku.
Di SMP ini, aku mulai begitu tertarik dengan dunia olaraga, seperti basket, senam, voly, badminton dan tennis meja. Aku bisa memainkanya dan aku pernah tiga kali menjuarai badminton tingkat kecamatan dan kelurahan juara I dan II. Olaraga basket paling aku suka karena aku paling suka menerible bola dan mempermaikan teman lewat trible bola. Dan setiap kami lomba antar sekolah aku selalu yang menjadi kapten di lapangan basket kadang kami juara dan kadang juga kami kalah dan itu biasa di dalam pertandingan, apalagi kalau lagi class meeting wah temen-temen pada ribut.jika pertandingan adalah kelas aku yang maen guru-gurupun ikut menonton pertandingan kami sampai kepala sekolah senang melihatnya. Kadang juga guru ngajaki aku bermain bersama-sama mereka jadi kalau lagi main bersama aku bukan seperti muridnya kami seperti teman.
Pada jenjang SMP inilah aku menemukan kehidupan yang sebenarnya, dengan berhobikan olaraga aku bisa merasakan kekompakan, kekeluargaan dan kebahagian yang sulit di ungkapkan dengan kata.
Tapi mulai kelas dua SMP semangat sekolahku menurun karena bapakku nikah lagi, aku kecewa banget, itu terjadi pada waktu mulai puasa, semangat untuk belajar aku dah gak ada lagi. Pada waktu itu aku sangat membenci bapakku jangankan aku saudarku yang lain aja gak terima, bukan kami gak mau menerima kehadiran ibu baru, tapi bapakku gak punya pikiran panjang siapa wanita yang akan di nikahinya. Orangnya males sholatnya gak rajin jangankan sholat huruf alquran aja dia gak tahu. Kami kecewa dan sedih banget jadi gak ada yang ikut bapakku kami memilih di rumah dan bapakku tinggal di tempat isterinya. Tetangga kanan kiri mulai bergosip yang enggak-enggak tentang keluarga kami sampai ada yang bilang “udahlah gak ada gunanya kalian sekolah toh kalian tetap susah” emang kami akui di kampung ini yang satu keluarga sekolah semua hanya kami yang lain hanya tamat SD dan ada juga yang gak berniat sekolah sama sekali. Padahal mereka orang mampu semua jiks di bandingkan kami sangat jauh.
Setelah bapakku menikah kami seperti kehilangan arah untuk hidup kami seperti yatim piatu, ketika itu aku pernah sakit cacar hanya mbakku yang mengurusin aku ketika sakit. Dia yang memandikan dan membersihkan tubuh aku, yang kadang gatel dan lengket di kulit dan bajuku. Mbakku sekarang dah punya anak satu nama anaknya Gali Daffa Farhan. Mbakku, aku sayang banget karena dialah orang yang membantu aku ketika aku di rundung masalah karena dialah yang paling dekat sama aku.
Mulai kelas tiga kakakku yang pertama menyuruh aku tinggal bersamanya, karena aku ingin merasakan kasih sayang seorang kakak, akhirnya akupun ikut bersamanya.dia telah memiliki isteri. Isterinya orang cina. Akupun selalu membantu perkerjaan rumahnya walau kadang aku seperti pembantu di rumahnya tak masalah asal aku bisa sekolah sebab dialah yang membiayai aku sekolah di SMP. Nah disini aku mengalami kehidupan yang baru yang masih banyak cobaan dan kegagalan yang aku temui.
Mau tau ikutin kisah yang Ke III.
Oh ya kalau mau ngasih komentar buka aja prihal ya… kalian bisa menulis komentar kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: