Bahagiaku

Bahagiaku

Horeee… kamu kalah hari ini juana, hari ini kamu mendapat hukuman, sekarang kamu gak ikut pelajaran kamu mesti ngisi air bak mandi buat orang sholat. Kata tuti temenku!!!

Biarin tut!!!! Hitung – hitung ini ibadah buat aku tut.

Wow sabarnya kamu juana!!! ya ini juga amal ibadah yang bisa aku lakukan bukan suatu hukuman kok.

Oh ya ngomong-ngomong kok kamu gak hapal sih, padahal hal surat pendek kok bisa gak hapal sih?

Aku hanya senyum-senyum aja, gak papa tut namanya juga otak manusia gak selalu bisakan???

Oh ya, tadi pesen ustadz, kita di suruh menghapal sholawat Naryah, aku yakin kamu sudah hapal….

Walah dari mana kamu tau aku sudah hapal tut wong ayat pendek aja aku gak hapal.

Aku tau aja!!! kan udah kamu tmpel di dinding kamarmu!!!! hehehe

Eeeiiitttt kamu jangan lari ya…. Akupun langsung mengejar temenku…

Wah dah sampe rumahmu ne juana, oh ya jangan lupa besok bawa kitab al-berjanjinya ya entar kita latihan membacanya dengan ketipung, tuh kan hobi kamu maen rabbana. Dah assalamua’laikum

Waalaikumsalam, hati-hati ya tut.

Ok bossss, jangan lupa bos, pesan ustadz tadi tolong di sampein sama temen sehukumanmu hehehe

Malam dah larut, aku baru saja kelar belajar. Keadaan desa ini sangat gelap karena belum ada listrik di kampung ini. sehingga kalau malam gelap gulita kalaupun terang hanya sinar rembulan saja. Rumahku saja hanya ada penerang lampu sentir yang kecil, tapi alhamdulillah ini termasuk nikmat buat aku. Aku rebahkan tubuhku di atas ranjang yang beralaskan tikar, aku berbaring sambil mengingat masa laluku masa dimana aku merasakan kasih sayang saudara dan ibuku tercinta, kini usiaku sudah 10 tahun aku beruntung mendapat teman yang baik sehingga aku terpelihara dengan baik. Dulu waktu masih kelas 1 kakakku sering mengajari aku membaca dia sabar banget dan membuatkan papan tulis untuk belajar. Sehingga kelas 2 SD aku bisa lancar membaca dan menulis dengan baik. Walau aku gak pinter-pinter banget sekolah namun aku mampu memberikan yang terbaik guruku di rumah yaitu kakakku. Sambil mengingat masa laluku, akupun akhirnya terlelap dalam tidur.

Sssssstttttttttt… Allahhu Abar pagi yang indah dan cerah, ne hari minggu yang baik, alam begitu bersahabat. Aku harus beres-beres rumah karena Baapakku hari ini akan pulang daari kerja.

Jam 10.30 aku telah membrsihkan rumah dan memasak semua aku lakukan dengan hati yang senang dan ikhlas. Tak begitu lama aku mendengar ada yang mengetuk pintu rumahku, ternyata dia Bapakku, aku tersenyum melihatnya. Begitupula bapakku.

Apa kabar manis (sebutan bapak untukku)???

Baik pak, jawabku.

Lho kemana semua orangnya manis, kok kamu sendirian aja di rumah, kalau dirumah sendirian kamu harus hati-hati ya.

Ya pak, tapi ada mbak list uh lagi nyuci baju di sumur. Bapak kok pulang sendirian? Kemana mas jarwo pak kok dia gak pulang.

Ohhh dia lagi mampir kerumah temennya katanya dia lagi ada perlu dengan temennya.

Bagaimana kabar sekolah kamu nak…. “baik kok pak”

Ya udah bapak istirahat dulu.

Ya bapak capek banget nanti malam aja kita kumpul-kumpul bercerita ya.

Bapakku langsung menuju biliknya.

Sore aku dah mandi dan bersih-bersih mau berangkat mengaji. Dari luar kedengarannya tuti memanggilku

Juana…juana… ya tuti sebentar

Tut kamu tuh kalau manggil jangan mekik gitu pake salam kenapa!!!!

Hehehe…. Tes kuping aja kok

Dah yuk kita pergi;;;

Pak aku pergi dulu ya assalamua’laikum

Waalaikumsallam hati-hati ya!!!…

Ya pak!!!

Kami pergi mengaji memang lumayan jauh, kami pergi hanya berjalan kaki. Walaupun jauh tapi kami tak pernah merasa jenuh ataupun malas karena ilmu akhirat itu sangat penting. Sebenarnya ada tempat ngaji yang dekat dan ramai tapi aku tak merasa cocok ngaji disana, aku malu setiap bulan aku terus yang selalu di tagih untuk membayar spp ngaji aku malu sama teman-temen. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengaji di sana. Hal inipun aku sampaikan dengan saudaraku yang lain mereka marah, kenapa sih hal seperti itu harus di bicara kan, itu ngaji atau mau komersil? Aku mempunyai kakak yang pintar-pintar mereka semuanya kritis banget. Aku hanya diem mereka pergi kerumah guru ngaji dan bilang apa setiap bulan uang yang di berikan itu kurang sehingga aku harus di tagih terus, padahal aku gak pernah nungga setiap iuran tiba. Entah mungkin mereka gak seneng sama kami. Kami gak tau apa itu masalahnya. Akhirnya aku di daftarkan di tempat ngaji yang jauh dan di tempu dengan jalan kaki.

Aku dulu pernah ada kejadian yang sangat mengherankan buatku. waktu ketika magrib aku masih di tengah perjalanan pulang. Aku sendirian mana perjalanannya masih jauh, aku berdo’a dalam hati sambil memejamkan mata ya Allah cepatkan langkahku, cepatkan aku sampai dirumah sungguh aku takut dalam keadaan gelap seperti ini. wallahu alam, aku kaget seperti ada yang mendorong tubuhku hingga aku berjalan seperti berlari dan rasa takut itu hilang dengan sekajap dan tak ada rasa lelah yang menyelimuti tubuhku, sampai di rumah aku langsung sholat, aku berdo’a. Ya Allah aku nazarkan diri ini kepadaMu. Permudahkan aku dalam pemeliharan yang baik sesuai di jalanMu, Lindungilah diriku dara segala zab dan bencana yang akan membawa pada kesesatan. Dengan kejadiaan seperti tadi aku yakin bahwa Allah selalu berada pada orang yang selalu membutuhkan pertolonganNya.

Aduh leganya sudah sampai, kami mengaji di masjid Ihsan. Kami Murid yang di bilang cukup rajin, kalau datang duluan terus, sampainya kami langsung sholat asyar dulu, setelah sholat kami menyiapkan alat-alat perlengkapan untuk mengaji. Sambil candaan. Tak lama kami menyiapkan banyak murid-murid yag lain datang dan suasana menjadi lebih ramai temen-temen yang ramah dan bersahaja mereka seperti saudara. Aku bahagia berada di lingkungan ini, disini aku mennemukan keluarga baru. Tak lama ustadznya datang, dan pengajianpun langsung dimulai. Setelah berdo’a bersama kami langsung membuka al-berjanji dan melantunkan lagu bersama-sama. Aku pertama yang membukanya

Abtadhiul imllah abizmizzahtil ‘aliyah (allah jawab temenku)

Dan seterusnya secara bergilirannya.

Dan pada waktu terlahir kami bermain ketipung versi robbana, ini seni yang paling baik, ini hiburan yang paling baik, kami melantunkan lagu marhabban yang begitu indah dan menarik. Hati dan jiwa terasa damai dan nikmat setelah melantunkannya.yang membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: