sikap hidup seorang muslim

SIKAP HIDUP SEORANG MUSLIM SEJATI

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memiliki sikap hidup dan sikap jiwa sebagai identitas seorang muslim. Segala aktivitas, gerak – gerik tutur kata hendaklah memancarkan ruhul islam, nilai-nilai yang menjadi potret kepribadian seorang muslim. Dan berpegang teguh pada komitmen yang kita ikrarkan di hadapan Tuhan ketika kita menunaikan shalat.

Allah swt. Berfirman:”Katakanlah, sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam” (QS.Al-An’am:162).

Sesungguhnya islam telah mengajarkan bagaimana seharusnya pandangan dan sikap hidup seorang muslim dalam mengahadapi berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidupnya. Dan sikap hidup yang perlu di latih dari awal untuk dilatih dan di kembangkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi kebiasaan dan mengakar ke dalam kepribadiannya sebagai seorang muslim yang baik.

1. mengucapkan Basmalah,

Setiap akan melakukan perbuatan sebagai seorang muslim hendaklah mengucapkan bismillaahir rahmaanir rahiim, artinya “Dengan nama Allah yang maha pengasih Lagi Maha Pemurah.”

Ucapan basmallah ini haruslah bersumber dari dalam lubuk hati secara ikhlas, ini menunjukan bahwa kita mengakui akan kekuasaan dan kebesaran Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dan kita sepenuhnya meyadari bahwa berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan atau usaha yang kita lakukan tergantung atas kehendak Allah swt. Setiap pekerjaan baik yang kecil, yang utama besar dan penting hendaklah kita memulai dengan mengucapkan basmalah. Setiap pekerjaan yang tidak di mulai dengan basmalah akan jauh dan terputus dari berkah dan rahmat Allah. Nabi saw bersabda:

“Tiap-tiap perkara (pekerjaan) penting, yang tidak meyebut nama Allah (bismillah), maka pekerjaan iotu akan terputus (dari rahmat Allah).” (HR.abu Dawud)

Ucapan ini mempunyai pengaruh bagi orang yang mengucapkan ataupun yang mendengarkan, pengaruh bagi yang mengucapkannya atau bagi dirinya adalah akan mempertebal keimanan dan keyakinan akan kemahakuasaan Allah swt. Dan pengaruh bagi orang lain atau yang mendengarkan adalah akan menambah keyakinan atau kebulatan hati

Contoh

Ketika ada seorang dokter yang akan memberi suntikan kepada pasien dan ketika dokter akan memasukan obat itu kedalam tubuh pasien, dokter membaca basmalah, maka sebelum obat masuk kedalam tubuh pasien, jiwanya sudah terobati terlebih dulu terobati dan hal itu sudah di pastikan memiliki kesembuhan si pasien dari penyakitnya.

2. membaca Tahmid (memuji Allah)

Ketika kita telah memulai setiap pekerjaan membaca basmallah, maka ketika hendaklah ketika menutup dan mengakhirinya, kita mengucapkan hamdalah,bertahmid (memuji kepada Alla)

Seperti ketika hendak makan atau minum bacalah bissmillahir rahmaanir rahiim, Artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sesudah makan bacalah do’a sesudah makan. yang artinya “segala puji bagi Allah Yang telah memberi makan dan minum kepada kami serta menjadikan kami termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)”

Dengan mengucapkan tahmid berarti kita telah mengucapkan rasa syukur kita atas nikmat yang telah di berikan Allah kepada kita yang telah di karuniakan untuk kita nikmati. Ada perbedaan antara mengusapkan tahmid dan pernytaan rasa syukur. Kalau membaca tahmid cukup dengan lisan sedangkan rasa syukur di ucapkan dengan lisan yang keluar dengan ikhlas dari dalam hati juga tetapi juga harus di tindaki dengan perbuatan keshalehan.

Bertahmid dan membaca hamdalah tetap di ucapkan ketika kita selesai melakukan pekerjaan berhasil atau idaknya kita atau dalam kondisi apapun sebaiknya kita bertahmid karena ini merupakan indikasi dari manifestasi kebesaran dan kelapangan jiwa bahwa kita mampu menarima itu dengan penuh kerelaan dan kepasraan kepada Tuhan yang maha Kuasa, karena Dialah yang menentukan segala sesuatunya.

3. Beristigfar

Beristigfar atau memohon ampun kepada Allah. Sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan dan kekhilifan, dan melakukan dosa-dosa kecil tanpa kita sadari maka segerahlah beristigfar dan memohon ampun kepada Allah swt. Karena Allah sangat menyukai hamba-hambaNya yang segera memohon ampun dan bertobat kepada-Nya.

“Dan apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa mereka selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu, sedangkan mereka mengetahui.”

(QS.Al-Imran:135)

Penyesalan yang timbul dalam jiwa seseorang, setelah melakukan kesalahan adalah merupakan sikap yang jiwa baik. Dan berusaha tidak akan melakukan atau mengulangi kesalahan yang telah di perbuat, ini sungguh merupakan sikap orang yang bertobat. Dan akan timbul dalam dirinya rasa optimisme dalam memandang hari esok dengan penuh harapan yang baik.

Rasulullah saw, sebagai manusia paripurna yang terjaga dari dosa dan mendapatkan jaminan masuk sorga, selalu beristigfar kepada Allah swt. Sekurang-kurangnya 70x dalam sehari. Sebagai manusia yang selalu bergelimbang dan berlumuran noda & dosa, tenti kita lebih banyak beristigfar, memohon ampun kepada Allah swt. Sesungguhnya Alllah maha pengampun lagi maha penyayang bagi hamba-hambaNya yang benar-benar bertobat.

4. Mengucapkan Insya Allah

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengucapkan sesuatu:Sesungguhnya aku akan mengerjakannya esok hari, kecuali dengan mencupkan Insya Allah.”

(QS.Al Kahfi:23-24)

Sebagai seorang muslim bila ingin menepati janji atau berjanji terhadap siapapun hendaklah ia selalu mengucapkan Insya Allah. Karena semua rencana yang telah kita buat terlaksana atau tidaknya itu semua atas dasar kehendak Allah. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang maha berkendak dalam menentukan rencana yang kita buat.

Maka dalam kehidupan sehari-hari, hendaklah sebagai muslim selalu membiasakan diri dengan mengucapkan Insya Allah.

5. Mengucapkan Hauqalah

“Laa haula Walaa quwwata Illaa billaahil ’aliiyul ‘azhiim (u).”

Artinya: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung”

Kita sebagai umat muslim bukan saja umat muslim umat yang lain juga dalam menjalani kehidupan dan perjuangan pasti akan menemukan rintangan dan kesulitan-kesulitan yang terasa berat dan melelahkan diri kita sehingga kita sering terperangkap pada jalan yang salah, untuk mendapatkan jalan pintas dan mudah.

Tapi sebagai umat muslim jangan sampai kita hilang arah dan hilang pegangan hidup kita terhadap nilai-nilai agama. Maka haruslah di tumbuhkan kekuatan rohaniah dengan mengucapkan Hauqalah, pada saat segalah kekuatan lahiriah tidak mampu mengatasi keadaan.

6. Mengucapkan Syahadat.

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah”

Ini adalah bentuk persaksian umat muslim kepada Tuhannya. Persaksian dua kalimat ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Kesaksian ini haruslah di landasi dengan pondasi yag kuat sehingga terbentuklah kepribadian seorang muslim yang tangguh dan beridentitas islam dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Sebagai umat Muslim kita perlu mempunyai sikap hidup dan berkepribadian yang benar-benar merupakan sikap hidup seorang muslim yang sejatih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: