Beda Agama

Pacaran Beda Agama

Kami adalah dua pasangan yan beda agama, sebut saja namaku siren, aku memiliki pacar tapi non muslim. Ia keturunan orang batak namanya alek sedangkan aku asli jawa kami menjalin hubungan lewat HP. Pada awalnya sih kami berkomitmen menjalani hubungan ini dengan apa adanya tapi lambat laun kami terbentur masalah yang gak akan pernah terselesaikan. Dan akhirnya kami sama-sama menjauhkan diri tanpa ada kata putus di antara kami. Kami hanya manusia, watak kami berdua sangat keras sehingga kami mengutamakan ego kami. Dia pernah meminta menikah tapi tetap dengan agama yang berbeda sebelum aku mengambil keputusan, aku terlebih dahulu banyak meminta pendapat dari temen-temen yang lebih tua dari akudan mempunyai ilmu agama yang baik tentang hal ini. Mereka bilang jangan aku melakukan pernikahan itu karena aku akan kecewa selamanya. Temen-temen aku bilang dengan sok hakim gitu “mana ada satu mobil dua setir” kami akan selalu memiliki pendapat yang berbeda dan apabila aku mmelakukannya penikahan dengannya apabila aku berhubungan suami istri itu sama aja dengan berzina, aku sempet kaget dengan perkataan mereka itu dan mereka menunjukan bukti-bukti ayatnya yang terkandung dalam Al-quran. Pada waktu aku minta pendapat aku seperti di hakimi oleh mereka. mereka bilang “Agama yang paling sempurna adalah islam” kenapa kamu harus berpaling kamu harus kokohkan Agamamu jangan turuti naluri setan yang bercokol di benakmu”. Aku terus merenungi nasehat-nasehatnya pada ku. Lalu aku selalu berdo’a pada Illahi Robbi yang memiliki hati ini, Ya Allah bila memang ia jodohku berikan hidayamu untuknya tapi bila enggak jauhkan dia sejauh-jauhnya dari lubuk hatiku yang paling dalam.

Setelah sekian lama kami gak bersms ria, aku mencoba iseng sekedar menanyakan kabar dan iapun membalas yang aneh “ Kenapa jurang di antara kita terlalu dalam ya” akupun membalas “ya biarkan jurang itu dalam, biarkan jurang itu memisahkan kita kalau memang jurang itu tercipta untuk memisahkan kita, dan apabila kita jodoh maka jurang itu akan memberi kebahagian buat kita berdua maupun orang lain”. Aku bangga memiliki pacar seperti dia, dia begitu menjaga apa yang ada padaku, dia gak pernah membuat aku marah atau apa? Dia memberikan yang terbaik buat aku.

Aku kenal sama dia sudah tiga tahun lebih. Tapi di antara kami gak pernah untuk saling mencela atau apa. Dia begitu dewasa dalam menyikapin persoalan ini.

Dan semalam telponku berdering, ternyata temennya menelpon. Hei siren apa kabar? Kamu dah tau belum, alek sekarang dah nikah, dia dapat orang medan juga lho.

Mendengar kabar itu aku baru merasa ada yang hilang di hati ini, aku terdiam sejenak aku harus ngomong apa sama temennya aku terlalu cengeng bila aku menangisinya. Dadaku sesak, hatikupun menyadarkanku ini hanya sebuah rasa yang dulu aku miliki dan wajar bila perasaanku kalut seperti ini. temennya terus ngoceh di telpon aku hanya jawab iya saja. Aku sembunyikan perasaan sedihku agar aku ingin menerima kenyataan ini. Inilah jurang itu, ia akan semakin dalam. Sehingga aku terlempar keluar dari dasar jurang yang dalam yang pernah kami buat.

Aku mencoba untuk tegar-setegarnya, tapi aku bersyukur Allah memberikanku temen yang seiman yang begitu shaleh dan sholeha sehingga aku selalu damai apabila di dekat mereka. aku menjadi muslimah yang sebenarnya. Dan tekadku aku ingin menjadi akhwat yang bener-bener memahami islam secara kaffah. Doa’in aku ya shobat muslimku.

Dan bagi yang pernah mengalami nasib sebaiknya pikirin dulu ya sebelum melangkah karena masih banyak pemuda muslim yang baik untuk di jadikan suami. Dan kita hidup di dunia ini hanya sejenak jangan sampai kita terbawa arus kesesatan dunia dan menjadi murtad hanya persoalan cinta. Gapailah cinta sejatih yaitu cinta kita kepada Allah swt. Dan berharaplah hanya kepadaNya karena Dialah maha yang berkehendak atas diri kita dan alam semesta ini.

Allah berfirman: “sesungguhnya telah di wahyukan kepada kami bahwa siksaan itu (ditimpahkan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling” (QS.Tha-ha:48)

Dari keterangan ayat tersebut kita bisa mengambil maknaNya, Janganlah sekali-kali kita mendustakan mendustakan agama Allah karena Allah telah menyediakan siksaan yang sangat pedih bagi orang-orang yang berpaling (tidak mempedulikannya) dari padaNya.

Janganlah kita teperosot karena hanya demi cinta yang bisa membuat kita binasa di alam ini, yakinlah akan ada hari akhir nanti, dimana setiap manusia di minta pertanggung jawaban atas apa yang telah kita lakukan selama di dunia. Mari kita berpikir sejenak, untuk apa Allah menciptakan kita? Selain untuk beribadah kepadaNya dan mengenal tanda-tanda kebesaranNya. Sungguh semua itu hanya untuk orang-orang yang beriman dan berpikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: