*KETIKA JIWA LEBIH PENTING DARI PADA RAGA*

*KETIKA JIWA LEBIH PENTING DARI PADA RAGA*

1_638657983l

Suatu hari ada seorang ibu muda meninggal bunuh diri. Meninggalnya sungguh dramatis ia ditinggal suaminya menikah lagi. Sewaktu ia masih muda ia adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan tubuh tinggi semampai kulit bersih kuning langsat bagaikan seorang model. Banyak para pemudah jatuh hati padanya sehingga suatu hari ada seorang pemuda pujaan hatinya datang melamarnya dan mereka resmi menjadi suami istri dan di karuniai dua orang anak, namanya cobaan dalam rumah tangga pasti ada, sewaktu mereka sedang jalan – jalan sore motor yang mereka kendarain menghantam mobil dan terjadilah kecelakaan lalu lintas yang tidak memakan koraban jiwa dan hanya luka – luka. Suaminya hanya luka biasa sedangkan istrinya luka di wajahya cukup para sehingga wajahnya cacat dan kakinya sedikit pincang.

Sejak adanya kecelakaan ini, rumah tangga yang mereka bangun sudah sekian tahun menjadi “boomerang” pertengkaranpun sering terjadi. Sehingga tanpa ada sepengetahuan istri suaminya menikah lagi, istrinyapun depresi berat, jiwanya tertekan dan ia memilih untuk bunuh diri dengan menggantungkan dirinya di tiang rumahnya menggunakan tali tambang. Nauzubillahminzalik

cerita di atas kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya kita memelihara “jiwa” yang kuat karena jiwa yang kuat akan menciptakan diri dan pribadi yang kuat sekalipun cobaan datang menerpanya ia akan tetap mampu untuk melawannya ia yakin setiap masalah pasti akan ada jalannya.

“Ibarat pohon yang mempunyai akar yang kokoh ia tidak akan bisa roboh sekalipun angin puting beliung menerpanya”

“Janganlah kita mempersibukan diri untuk memperhiasi raga karena raga akan berubah dengan bertambahnya usia”

Seperti cerita diatas, mengapa ini bisa terjadi?

Itu karena lemahnya iman seseorang dan kerapuhan jiwa yang tidak bisa menerima kenyataan hidup tapi ia malah lari dari kenyataan hidup. Raga hanya hiasan yang bisa di raba, dilihat dan di sentuh sedangkan jiwa adalah hiasan tingkah laku manusia itu sendiri. Dimana jiwa dapat membawa dampak pada diri manusia,

“Jiwa yang kuat akan menimbulkan jiwa yang tenang dan jiwa yang tenang akan menimbulkan ketentram hidup”

Lain halnya bila jiwanya sudah terganggu (bukan gila lho), kalau jiwa sudah terganggu cara berpikirnyapun sudah nyelneh atau tidak terkontrol lagi sehingga dapat menimbulkan kekacauan dalam rumah tangga, kelainan sek, broken home atau lainya yang dapat menyesengsarakan diri sendiri dan sulit untuk memperbaikinya kecuali kita kembali kepada Allah berserah diri dan memperbaiki diri dengan sungguh – sungguh karena Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang dengan begitu Insyaallah ketenangan jiwa akan kita dapatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: