Kepompong

Kepompong

100_1642

Kucoba untuk melupakan semua yang terjadi dan mejalin kasih yang hangat lagi dari sebuah pertalian saudara yang telah kita bangun dari atap cinta yang sama. Mungkin kita sudah termakan oleh ego kita padahal kita adalah sahabat, sahabat yang selalu saling mengisi dan menyayangi. Taukah kamu sebenarnya aku terlalu rapuh untuk berjalan sendiri, kamu mau tau kenapa karena disetiap emosi yang kau timbulkan itu adalah tangisanku semua itu memang tak pernah kita sadari kita terlalu sibuk mencari kebahagian sendiri dan tak berpikir kalau diantara kita ada yang terluka. Kebaikan terus aku dambakan diantara persahabatan ini tapi itupun tak pernah kau tanggapi, kau malah memilih menjauhiku. Kini kita tersibukkan oleh kegiatan kita sendiri – sendiri dan kini kau beda dari yang dulu seorang sahabat yang pernah pernah aku kenal. Dan persahabatan ini bagaikan kepompong dan tak pernah akan menjadi kupu – kupu yang melintas indah di hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: