Engkaukah jodohku

Engkaukah jodohku

Valentine, besok hari valentine loh yu, temenku bilang padaku! Iya, emang ada apa dengan valentine. Biasalah yu hari kasih sayang (emang selama ini kurang kasih sayang kataku dalam hati) emang kamu tau, maknanya valentine! gak tau yu yang penting aku dapet hadiah dari pacar aku, makanya yu cari pacar dunk jangan menulis membaca melulu entar stres sendiri kamu. Aku Cuma senyum – senyum aja, “Pacar” sama sekali aku gak pernah memikirkan hal yang satu ini aku lebih menyibukkan diri yang dapat memberikan manfaat buat hidupku dari pada aku harus menyisakan waktuku buat pacaran kalaupun sudah saatnya toh aku juga akan menikah dan bukan menjadi barang “bekas” atau yang sering kita sebut mantan pacar nggak deh.

Tanpa cinta hidupku hampa? Apa iya….

jadi apa alasannya kamu ikut acara valentine hanya ikut – ikutan aja kan dan jangan – jangan pacaran juga karena ikut – ikutan juga dan biar gak dicap “JUMBLO”

Ih apaan sih kamu yu… aku langsung berlari kelapangan bermain basket kalau gak lari pasti banyak omel dia…

Yu’ aku pacaran bukan ikut – ikutan tapi cinta telah menggodaku dan aku tak mampu menolaknya kamu tahukan hidup tanpa cinta aku bisa gila… dia teriak sambil melempar bola basketnya ke aku, ya emang otakmu dah rusak kena virus cinta yang tidak bertanggung jawab. kamu mau anti virus? biar bisa di delete langsung

Kami begitu semangat bermain sehingga kami melupakan hal tentang cinta, kami berkeringat hingga baju kami basah seperti mandi…

Ih bauh juga keringat kamu rena… iya asem banget ne tapi kamu seneng ne dekatin aku. “Iya ne!” karena aku gak ada temen yang bau selain kamu! “Hehehe…!” bisa aja kamu yu’ Istirahat dulu sebentar dulu ren’ capek ne! ok! Kita duduk dirumput sana aja yuk.

Kami berdua sibuk membersihkan diri di atas rumputan hijau, kamipun terdiam tanpa sepatah katapun, kami telah kehabisan bahan untuk di bahas, aku melamun di atas indahnya padang rumput, bukit sulap yang begitu indah dari kejahuan dan langit biru berhiaskan awan putih yang membentang diangkasa. Subhanallah, begitu sempurnanya Engkau ciptakan alam raya ini tanpa cacat sedikitpun sangat berdosanya aku bila aku mengingkari ciptaanMu, tak kuterasakan ada butiran bening yang jatuh dari mata ini, aku menangis (aku berkata dalam hati).

Yu’ hei kamu melamun ya’ apa yang membuatmu menangis dilapangan basket yang luas ini jangan katakan kamu kesurupan di lapangan ini. Rena mengagetkan aku dia heran melihat aku menangis. Ah nggak kok ren aku hanya bersyukur karena sampai saat ini aku masih diberikan Allah s.w.t kesempatan untuk menikmati keindahan alam jagad raya ini dengan alat penglihatan yang masih sempurna. Coba kamu lihat disana disamping tembok SMP 5 lubuklinggau itu disana ada seorang bapak yang kelihatan masih muda dia hidup bersama kursi rodannya ia tak mampu untuk berjalan dengan baik sedangkan kita semuannya masih sempurna apa kamu tidak merasakan kenikmatan yang kamu miliki rena, makanya aku menangis Allah begitu sayang sama kita. Rena hanya terdiam “kita pulang yuk dah mau magrib” ajak rena. kamipun beranjak dari tempat duduk lalu pergi meninggalkan lapangan basket.

***

Disela – sela pagi ini, sekawanan burung yang berkicau di depan rumahku berterbangan dari pohon satu kepohon yang lain embunpun bagaikan permata yang berkilauan diatas daun karena pancaran matahari yang menyinari jagad raya ini pemandangan yang masih asri, rena bilang kampung ini tempat jin buang anak karena letaknya berbentuk zigzad dan jauh dari perkotaan tapi aku sangat menikmati tempat ini di bandingkan diperkotaan yang sangat bising. Yah dasar orang desa walaupun diberi tempat yang enak masih enak tinggal didesa, ku lepaskan charger dari HPku yang semalaman aku cas lalu aku aktifkan ternyata ada pesan ne mungkin dari rena dan benar “yayu nanti siang jam 11 temenin aku ke mall ya, awas gak ada dirumah (wah anak ne pake acara ngancem juga, mungkin lagi cair ne)

Jam 11.00 wib, bener Rena kerumah, akupun sudah siap, wah ren apa nggak ada baju yang lebih ketat dari itu baju anak TK dipake baju adikmu ya… ah yu cepet yuk ini bukan saatnya untuk diskusi, pokoknya hari ini kamu aku sater (kayak ojek aja ne aku). Kamipun sampai tepat didepan Mall ia pun langsung memarkirkan motornya, wah yu’ kapan kita terbeli mobil seperti ini ya, Ya tunggu kamu jadi menantunya bapak SBY ya, hahaha… yang kayakan bapaknya belum tentu anaknya jawab rena, nah tu kamu mudeng hari ini.

Banyak banget Rena belanja entah, untuk apa dan untuk siapa? Aku gak tau menahu dan gak banyak komentar! Sudah hampir satu jam kami keliling di dalam Mall kamipun keluar dan tanpa berkata Renapun langsung mengajak aku ke toko lima roti yang terletak di depan gang merapi,

Ren, sebenarnya kita mau kemana sih…

Kamu jangan banyak tanya tugasmu hanya mengantar aku doank Okkk…

Ren, kita ne dari tadi muter – muter doank, emangnya mau kemana?

Aku mau kerumah Riko kamu temenin aku ya

Rena!!! kita ini cewek jangan sampai citra kita buruk di hadapan cowok tahan sedikit hasratmu kenapa ren”

Yayu’ kamu gak usah banyak komentar kamu ikut aja…

Tapi ren, kamu juga harus tau aku ne akhwat!!! apa kata orang dan diriku sendiri, kamu jangan egois ren jangan mementingkan dirimu sendiri.

Yu’ sekali ini, please tolong mengerti aku

Tapi kamu gak pernah mengerti aku ren…

Ok yu’ kalau begitu, kamu pulang dan biar aku sendiri kerumahnya riko. Didepan SMA Budi Utomo kami bertengkar. Akhirnya aku temenin dia, aku nggak tega melihatnya jalan sendirian dan takut dia kenapa – kenapa dengan Rena.

Iya, ren aku temenin tapi cukup satu kali ini aja aku temenin kamu…

Makasih yu’…

Tapi tunggu ren ada satu hal yang harus kamu tau’

Apa itu yu’

Ren bukannya aku mengada – ada ya, kenapa perasaan aku gak enak banget pasti akan ada peristiwa yang tidak menyenangkan buat kamu ren.

Ah itu hanya perasaan kamu yu’ jangan terlalu dipikirin…

Ehhmmm, tapi kenapa ya jantungku berdegub kencang sepertinya aku tak tega melihat wajahnya temenku yang satu ini dalam hati aku berkata, tapi ah ini hanya perasaanku aja semoga aja semua berjalan baik…

Oh ya ren kenapa kamu begitu nekat kerumah riko sampe bawa roti segala…

Riko sakit ren, aku kasihan, semalem dia nelpon aku katanya dia sudah tiga hari sakit makanya malem minggu kemarin gak ngapel ren makanya, aku nekat datang kerumahnya…

Eeemmmm…. Duh romantisnya (roti mentega gratis, hehehe)

Nah ini rumahnya yu’ rumahnya sangat sederhana mungkin riko juga sangat sederhana juga ya ren. Semoga aja ya yu’…

Tok…tok….tok…

Assalamu’alaikum,

Walaikumsalam…

Masuk..masuk..masuk…

Kamipun langsung masuk dan duduk di sofa, pertama kami hanya diam…

Ade perlu hame ape ke sika1? Tanya wak pake logat linggau asli, memecahkan kediaman kami.

Kami nak jingok2 Riko wak, katanyo dio sakit.

Ohh kwhatnyo3 riko yo.

Iyo wak, dengan malu – malu Rena menjawab. padahal camen (calom menantu) aku senyum – senyum aja melihat tingkah Rena.

Dio dak saket, Riko sama tunangnya pergi ziara kemakam ibunya

Tunangannya?

“Iya tunangan” apa dia nggak ngasih tau, bulan tiga dia nak betuna 4.

Kulihat Rena dalam – dalam dengan raut muka yang merah dan ia berusaha menahan air mata, sabar my soul meet (bisikku dalam hati)

Rena hanya terdiam mendengar semua penjelasan dari waknyo Riko, kulihat butiran bening jatuh dipipinya ia tak bisa berkata apa – apa, aku langsung menuntunya pergi dari rumahnya rio aku tak mau dia mendengar omongan lain lagi aku yakin dia sangat terluka dan menderita oleh Riko,

Kami pamit dulu ya wak, bilang sama riko ya wak kalau kami kesini…

Ya nak, nanti wak sampein…

Aku langsung pamit dan membawanya keluar dari rumah riko, dan kamipun sudah berada di depan lorong bengawan solo kulihat dia tak tahan sehingga tangisnya memecah dan ia berlari hendak kembali lagi kerumah riko langsung kutarik tangannya kupeluk ia agar perasaannya tenang tapi belum sempat ia tenang dengan jelas ia melihat riko jalan berdua dengan tunangannya yang dibilang waknya.

Yayu’… aku nggak kuat melihat semua ini….

Riko yu’… riko bersama pacarnya, dia anggap apa aku, dia peralat aku sebagai ATM berjalannya sungguh yu’ aku nggak kuat dengan semua ini, aku mau mati aja yu’ untuk apa aku hidup toh’ aku tak berguna cinta yang telah aku bangun dengan baik sekarang roboh retak hanya waktu yang sesaat aku tidak terima dengan semua ini.

Ren… ren… ren dengar dulu tenangin hati dan jiwamu jangan termakan emosi yang membakar jiwamu control emosimmu…

Nggak yu’ nggak yu’ kamu emang gampang bicara tapi kamu nggak tau dengan perasaan ini, sebuah Bus ALS lewat didepan kami, ia tancap gas motornya dan hampir menyerempet mobil ALS di depan rumah makan Telago tapi untung, nasib baik masih berpihak pada kami,

Stopp…ren. Berhenti aku bilang…

Diapun langsung berhenti dan terus menangis…

Kamu emang gila ya’ kamu dah gak mau hidup lagi sekarang kamu kendarain aja sendiri ne motor, aku gak mau mati konyol bersama kamu dan sekalian aja kamu nyebur ke sungai RSA ini biar aku bisa melihat dengan jelas mayat cewek yang meninggal bunuh diri hanya karena ditinggal pacar… kamu tau “sangat memalukan”

Akhirnya, ia memelukku sambil menangis sesenggukan aku sangat mengerti perasaannya sebagai sahabat aku kasihan padanya jiwanya sangat terguncang.

Menangislah ren bila itu membuat jiwamu tenang, mengislah….

Ya sudah ren, biar aku yang bawa motornya kebetulan suara azan terdengar di telinga kami… ren kita sholat asyar dulu yuk’ kebetulan dah azan ne (rena hanya diam aja) tanpa komentarnya aku ajak dia masuk kemasjid Agung di depan kantor polisi lubuk linggau.

Ren kamu tau gak Air Wudhu ini bisa menjadi obat lho, kalau kamu sering – sering mengambil air wudhu hatimu akan lebih tenang dan kau akan lebih dekat kepada Allah swt, kamu tau “setiap manusia itu pasti diberikan cobaan sesuai kemampuan dan ini adalah cobaan dari Allah yang diberikan kepadamu dan aku yakin kamu mampu menghadapinya dengan baik” yuk kita wudhu ajakku kepada rena…

Kesedihan masih tanpak diwajahnnya, kamipun selesai sholat dan kulihat ia sedang memohon kepada Allah.

Akhirnya aku bisa membawa dia kejalan yang lurus…

Ren, mau gak kita bersaing menggapai cinta yang yang murni disana tanpa ada rasa kecewa malah kita mendapat kenikmatan bila kita benar – benar mencintainnya.

Ah yu’ aku masih trauma dengan kejadian seperti tadi, aku sudah gak percaya dengan laki – laki yu’ semuanya pendusta belaka.

Ren kamu dengar kata – kata ini ne,

Rasulullah bersabda “sesungguhnya Allah itu cemburu, dan sesungguhnya seorang mukmin itu juga cemburu dan kecumburuan Allah itu akan timbul bila seorang hamba melakukan apa yang diharamkannya (Shahiha al – bukhari)

Jadi ren, Allah itu maha pencemburu karena cintamu sama riko sangat berlebihan ia cemburu melihatmu seperti kau cemburu sama riko, tapi rasa cemburunya Allah itu lebih besar ketimbang manusia. Jadi kalau kau mencintai sesuatu jangan terlalu berlebihan apa adanya aja agar kau tidak terlalu sakit ketika Allah mengambil hakNya.

Mungkin semua ini bisa menjadi pengalaman buatmu bukan menjadi sebuah kehancuran hatimu. Kalau memang riko itu jodoh yang baik buatmu yakinlah Allah akan mengembalikannya untukmmu, kalaupun tidak Allah akan menggantikan yang lebih baik lagi dari pada riko.

Trima kasih yu’ sekarang aku menyadari kelalaianku selama ini dan maafkan aku atas tindakanku tadi yang membuatmu takut, kamu sahabatku yang baik…

Sama – sama ren, maafin aku juga ya kalau sudah ngomelin kamu yang macem – macem. Yuk kita pulang dah terlalu sore ne…

***

Sore itu, kami menjadi tontonan orang tapi rasa malu kami sudah gak ada karena deritanya Rena kalau dipikir – pikir wah malu banget ne.

Aslamualaikum…

Waalikumsalam…

Siapa bu’

Rena Yu’

Yayu’ coba kamu turun kebawa, surprise lho yu’

Iya, sebentar bu’

“Eehhmmmm….” Alhamdulillah, “Nyatakah yang kulihat ini…?” “Mimpikah diriku ini….!”Rena, kamu… kamu…kamu…

“Oh…!” my soulmeet, ini surprise banget buat aku, “ini yang kuharapin selama ini dari kamu akhirnya terwujud. Kamu cantik sekali dengan busana dan jilbab ini aku kagum banget dengan kamu, ini baru muslimah aku harap ini bukan untuk sesaat aja sahabatku” kataku pad arena.

“Iya yu…!” “aku ingin menjadi seorang muslimah yang melaksanakan tugas sebagai seorang muslimah” celotehnya. Dan kamipun berpelukan dan menangis, sahabatku, akubangga padamu atas jalan yang kau pilih ini.

Eh..eh..ehh….. “kok ibu di cuekin sih!” protes ibuku

“Oh iya lupa kalau ada ibu” ledekku pada ibu. Bu’ Rena minta maaf kalau selama ini Rena gak bilang – bilang kalau mau membawa yayu’ keluar rumah dan sering membuat ibu khwatir.

“Ya ibu maafin yang penting sekarang Allah telah memberikan kesempatanNya untuk kita merubah diri ini dengan lebih baik” komentar ibukku.

Kamipun bercerita panjang lebar di ruang makan bersama ibuku, aduh bahagia sekali kami hari ini.

Yu’ aku pamit dulu, Karena aku harus nganter ibuku ke taba pingin mau berkunjung ketempat saudara…

ya, salam buat ibumu ya ren…

Iya bu’ aslamua’alaikum

Walaikumsallam, hati – hati ya ren.

****

Sudah hampir 1 tahun lebih Rena menggunakan jilbab kulihat ia sangat menikmati bahkan dia melaksanakan puasa senin kamis. Kudengar HPku berbunyi aku langsung beranjak ternyata Rena menelponku “ada Apa ya?”

Asalamu’alaikum….

Waalaikumssalam, jawabku

Yu’ sore nanti temenin aku undangan di tempat temenku yang hari menikah ya.

Ya, jam berapa ren

Kita sore – sorean aja ya yu’ jam empatanlah

Ok, aku tunggu dirumah…

Gadis yang tepat waktu, (pikir ku) Yuk kita pergi yu’

Aku tak bosan – bosan melihatnya rena seperti orang arab bener gak begitu lama sekitar 15 menitan kami dah sampe di Mesat Jaya tepat dirumah temannya yang menikah, kami gak begitu lama kami hanya memberikan kado terus kami pamitang pulang, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan kami, sepertinya aku pernah melihat pria ini sepertinya ia memperhatikan rena sedari tadi apa dia kenal sama rena, tapi selama ini rena gak pernah dekat sama cowok… tapi siapa ya? Serius banget melihat Rena, belum sempet mau memberitahukan sama Rena ia sudah keburu pergi (wah ada yang gak beres ne anak, tapi sepertinya ia seorang ikwan)

Yok yu’ kamu mau tinggal disini aja apa dari tadi bengong aja…

Oww… ya’ enggaklah… pulang yuk dah sore ne’

Ok… maaf ya yu’ nanti aku gak bisa main kerumahmu karena ada sedikit kerjaan dirumah…

Ya gak apa – apa tapi besok kita tetap liqo’kan.

“Iya” jam 03.00 aku pasti kerumahmu yu’

Ya pasti aku tunggu…

Nah dah sampe ne yu’ cepet turun gih’ jangan lupa doa’in aku ya kalau sholat nanti…

So pasti dunk… aku doa’in semoga cepet dapet jodoh hehehehee……

Asslamu’alaikum

Wa’alaikumssalam

****

Duh, kenapa ya aku masih aja inget Sama cowok yang memperhatikan Rena, sepertinya Ia Ikhwan tapi kalau ikhwan kenapa ia gak bisa menjaga pandangannya atau jangan – jangan dia Riko mana aku tau aku juga gak pernah melihat Riko waktu itu hanya sekilas tapi mengapa ia bersama Murobi Darwis pengajian dari masjid Al – Ikhsan lubuklinggau timur 2. Aku jadi semakin bingung, lebih bingungnya kenapa riko menikah gak mengundang Rena apa dia hanya tak ingin membuat rena terluka, duh pusing aku tidur aja ah bukannya besok ada kegiatan yang lebih penting dari pada memikirkan hal yang gak jelas.

Aku jadi terkagetkan dengan suara SMS dari Murobiku Mbak Indah yang cantik dan mungil itu, “Yayu’ besok jam delapan pagi ajak Rena kerumah Mbak ya, ada hal penting yang mau mbak sampein sama rena”

Ya, mbak… wah akan ada kejutan apalagi ne buat Rena

Akupun langsung SMS Rena dan jawabannya setujuh.

****

Bu’ nanti yayu’ pinjem sepeda motor ya bu’.ya boleh, emang kalian mau kemana?

Wah ibu tau aja kalau yayu’ mau pergi sama rena bisikku dalam hati, Yayu’ mau ke Rumah Mbak Indah Murobi yayu’ bu.

Ibu diam tandanya “setujuh” akupun langsung bersiap – siap karena kalau mandi aku paling lama.

Jam tujuh, aku langsung tancap kerumah Rena dengan motor butut ayahku wah kalau anak – anak lain pasti dah malu duduk diatas sepeda motor ini, karena butut banget ne mana suaranya dah cempreng banget tapi ayahku selalu memperbaikinya sehingga mesin sepeda ini sangat handal.

Dah lama nunggu ren, lumayan hampir lumutan ne….

Gak salah yu’ kita pake motor ne…

Ah… terserah kamu ren, kalau mogok nanti kita dorong sama – sama aja ya…

Enak aja siapa yang punya dia yang dorong,

Banyak hal yang kami ceritakan dalam perjalanan akhirannya kami sampai juga di Majapahit, langsung kami menuju kerumah Mbak Indah

Aslmuaikum

Walaikumsalam

Masuk ren, mana yayu’ kok kamu senderian

Oh yayu’ lagi markirin motor bututnya di sebelah rumah mbak tu….

Ehehee lagi ngomongin aku ne, butut – butut kamu mau naik juga ren

Terpaksa yu’…

Ya sudah jangan berantem lagi mbak Indah ngemontarin

Kami langsung dipersilakan duduk sama mbak Indah…

Langsung aja pada pokok permasalahannya ya Ren…

Ren ini ada sebuah proposal dari Ustadz Darwis, Beliau memberikan proposal ini kepada mbak buat kamu bahwasanya ada anak didiknya yang ingin menjadikan kamu sebagai istri, Namanya Riko Ardiasyah, tentang kamu dia dah cerita semua bahwasannya secara tidak sengaja telah menyakitin kamu tapi itu dulu, ia tidak jadi menikah ren karena selang beberapa hari pernikahannya tunangannya meninggal dunia karena menderita kanker rahim. Mereka sudah dijodohkan dari kecil dan dia tidak pernah tahu sama sekali hal itu dan akhirnya ia mau menerima karena itu amanat dari ibunya yang telah wafat terdahulu. Maka ia mau menebus semua kesalahannya sama kamu, ini sejumlah uang yang pernah ia pakai dari kamu aku harap kamu mengerti hal ini ren.

Butir – butir bening berlinang menetes dipipinya, Rena tak bisa berkata apa – apa, aku yakin ia masih memendam rasa itu. Kulihat proposal itu ternyata dia pernah mondok di pesantren tebu ireng di Jombang dan sekarang ia mengajar di pesantren Al – Azar. Aku yakin Rena pasti bisa memutuskan hal ini dengan baik dan kulihat Riko pasti sudah banyak perbuhannnya. Dari segi agama mungkin ia lebih baik dari yang dulu apalagi ia ikut dalam pengajian pada Ustadz Darwis karena rata – rata yang menjadi anak didiknya semuanya terampil dalam masalah dakwa tapi semoga Riko benar – benar berubah seperti Rena dengan bersungguh – sungguh meperbaiki dirinya ya mungkin ini jalan yang diberikan Allah kepada mereka.

Kalau begitu Ren kamu boleh membawa proposal ini seandainya kamu setuju kamu sms mbak ya. Sekarang kamu tenangin diri dulu ya.

Rena masih membisu seribu bahasa, kami pamit pulang dulu ya mbak dan tak lupa kami memberi salam.

****

Bruk rena menghempaskan proposal itu di tepi tempat tidurku kebetulan ia tidak mau pulang mungkin ia mau curhat langsung sama aku.

Ren, aku tidak bisa memberi pendapat apa – apa sama kamu karena ini masalah hati tapi aku meminta sama kamu jangan kau membencinya buanglah pikiran – pikiran negative tentang dirinnya. Semoga kamu bisa memutuskan hal ini dengan baik, tapi aku lihat rena hanya diam entah apa yang ada dalam pikiran dan benaknnya aku rasa benih merah jambu itu masih ada. Dia tidak bisa memungkirinnya,

Woiii… kok ngelamun aja sih

Ehmmm… yu’ aku mau menerima proposal ini, aku tidak mau munafik pada diriku sendiri, ini merupakan niat baiknya, maka aku akan menyambut niat baiknya. Bedanya dulu aku mau menjadi pacarnya tapi sekarang aku tidak mau menjadi pacarnya tapi aku mau menjadi istrinya karena aku mau mendapat keberkahan dari Allah,

Oh sahabatku aku sayang banget sama kamu, ya yu’ semoga kamu cepet dapet proposal juga ya biar kita nikah masal.

Uh kucibit pipinya Rena yang merah itu, owh awas kamu yu’ jangan lari…

****

28 April janur kuning yang melambai didepan rumahnya, suara nasyid yang begitu indah selalu bersenandung dirumahnya, jari – jari lentiknya semakin indah dengan warnah merah yang melekat dikukunya Rena sungguh semakin mempesona. Sesaat lagi Ijab Qobul akan terlaksana pengantin akan duduk bersamaan, kuletakkan tasku dipojok kursi didalam rumahnya dan langsung menuju duduk disamping rena menemaninya. Selama rena cerita tentang riko baru kali ini aku melihatnya dengan jelas semoga kalian selalu medapatkan rahmat dari Allah amin… kudengarkan riko mengucapkan ijab qobulnya dengan jelas tanpa terbata – bata dan para saksipun mengatakan sah. Suasana sangat hikmat, sholawat selalu bergema di atas pelaminan kami langsung berpelukan rasa haru kami rasa saat ini aku akan kehilangan temen dekatku, selamat ya ren.

yu’ kamu jadi pergi ke jogja

iya mungkin siang ini aku akan pergi ren, semoga kamu harus bisa jadi istri dan ibu yang baik ya.

Iya yu’ kamu jangan lupakan aku ya’…

Ya, ren maafin aku mugkin aku terlalu egois hari ini, aku hanya bisa mengikuti ijab qobulnya saja, aku harus ke jogja sekarang karena aku mendapat surat panggilan kerja, hari ini aku harus berangkat.

Iya, gak apa –a apa. Selamat ya yu’ kamu dah dapet pekerjaan.

Akupun buru – buru pulang dan mengambil tasku.

Mataku masih sembab karena haru atas pernikahannya rena, untung semua barang – barang sudah aku masukan kedalam koperku jadi aku bisa tidur sebentar menghilangkan lelahku. Sebuah SMS masuk aku membuka tasku mencari hpku, ada selembar kertas yang menyelip di tasku ku buka sebuah puisi buatku…

Sebuah kepingan hati yang memerlukan kepingan utuh

Sebuah tulang rusuk yang membutuhkan pasangan

Sebuah rumah yang membutuhkan sebuah pondasi yang kuat

Maukah kau memberikan kepingan hatimu untuk hatiku

Maukah engkau melengkapi tulang rusukku dengan menjadi pendampingku

Maukah engkau menjadi pondasi dengan hidup bersamaku

Dengan keinginan ini aku ingin menyempurnakan agamaku

Dengan menyuntingmu sebagai permasuriku

Aku termenung dengan kalimat puisi ini, ternyata namanya ada di balik kertas ini Imam aku belum pernah kenal ataupun melihatnya. Kuletakkan kertas itu diatas meja dan pergi berlalu membawa koperku.

  1. ada perlu apa kemari
  2. kamu mau menjenguk
  3. temennya
  4. menikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: