Belajar dari Serumpun Bambu

Bersantai – santai dibawah serumpun bambu sambil membaca dan memetik gitar atau sekedar duduk – duduk manis bisa memberikan kedamaian hati dan pikiran yang sedang suntuk selain suasananya fresh dan tiupan angin yang membuat pohon – pohon itu menari – nari bersama bak penari latar di atas panggung. Belajar dari serumpun bambu, coba kita perhatikan, serumpun bambu tumbuh dengan pelan dan perlahan, memperkuat akar – akarnya, membentuk tunas, menyembul keatas tanah sebagai rebung dan dalam hari menjadi bambu muda yang tumbuh menjulang selanjutnya, membentuk ranting – ranting, menghiasi tubuhnya dengan daun – daunnya yang selalu hijau sepanjang tahun, dan menundukan ujungnya ketika pertumbuhannya telah maksimal. Belajar dari serumpun bambu. Pertama, untuk menggapai kesuksesan kita perlu membuat fondasi yang kuat dalam diri kita, dengan membekalin diri kita dengan kekuatan ilmu, strategi, dan sedikit kekuatan materi untuk memberi tempat yang nyaman tanpa ada fondasi yang kuat minimal skill itu harus kita miliki kita tidak akan bisa merahi sukses. Kedua, jika fondasi yang kita miliki menjadi kuat barulah kita mengembangkan sayap diri kita dengan perlahan step by step tanpa harus tergesa – gesa, pertumbuhan tahap – bertahap itu lakyaknya bambu yang tumbuh menjulang ruas demi ruas. Ketiga, jika tahap – tahapan itu sudah menjadikan kita pada puncak kesuksesan dengan waktu yang tidak bisa kita hitung berapa lama prosesnya ada baiknya kita merunduk untuk melihat kebawah, tawadhu’ dan mengoreksi diri. Lihatlah pohon bambu itu tidak sendiri, ia tumbuh besar bersama dengan yang lainnya oleh karena itu kita menjadi orang yang sukses jangan lupa kepada orang – orang yang banyak membantu kita dalam mencapai kesuksesan kita. Dibalik kesuksesan kita pasti ada orang yang kuat dibelakang kita, mereka adalah istri – istri kita atau suami – suami kita, saudara – saudara kita, teman – teman dekat kita dll. karenanya kita cukup kuat. Lihatlah serumpun bamboo itu, serumpun kekuatannya dibarengin dengan kelenturan. Keempat, setelah sukses kita jangan lupa kepada yang memberikan Rizki yang melimpah ruah kepada kita, “hati” yang kita miliki harus tetap lentur tidak goya menghadapin cobaan yang datang menerpa dan tidak lupa mengerjakan perintah agama dan kewajiban – kewajiban kita sebagai hamba Allah swt. Agar kita tetap menjulang dan menjadi besar karena kita merawat tunas – tunasnya dengan baik. “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib seorangpun kecuali ia mau merubahnya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: