Suamiku Pencemburu

Temen – temen disekelilingku kalau kuperhatikan tingkah lakunya aneh – aneh. Ada yang taat banget sama agama, ada yang bener – bener gak peduli sama agama, dan ada yang sedeng – sedeng aja. Namanya juga temen selagi kita berada di jalan lurus kita berikan nasehat kepadanya dengan cara tanpa merasa ia merasa lagi di nasehatin. Tapi semuanya kembali kepada manusia itu sendiri sadarkah ia dengan kelalaiannya.

Ada salah satu diantara temen – temenku bilang sholat itu bukanlah gerakan saja tapi hati juga harus tergerak, ia melakukan sholat tapi hati dan pikirannya masih tersimpan penyakit hati. Apakah cemburu bisa termasuk dari penyakit hati.

Sore itu di Aklantum Club kami berolaraga bermain bola volly. Banyak ibu – ibu yang menghabiskan sorenya dengan berolaraga bersama kami yang cukup menguras tenaga keringatpun mengucur deras, “game 25 – 15” permainanpun selesai kami bergantian dengan pemain – pemain lain. Di samping lapangan terdapat rumput luas nan hijau di bawah pohon belimbing kami beristirahat bersama. Sambil menikmati istirahat mulai deh ibu – ibu itu merumpi hingga aku tertarik dengan perbincangan y sebut saja namanya nita yang mengeluh masalah suaminya yang “SUPER PENCEMBURU” eh anak kecil gak boleh ikut masalah ibu – ibu ya… ya aku hanya diem aja kok tanpa ikut nimbrung tapi suaranya keras banget akhirnya aku denger juga.

“suamiku pencemburu, aku benci melihatnya” kata bu Nita

“itu tandanya ia cinto banget sama kamu” jawab bu Diana

“tapi kalau sudah kelewatan cemburunya, itu bukan cemburu tapi curiga”

Apa bedanya cemburu sama curiga? Nggak tau

Ya nita, kalau laki nga cemburu itu tandanya ia punya perhatian yang lebih untuk kau. Dari pada kau di cuekin nggak enak kan. Bu Dwi memberikan komentarnnya.

Obrolan mereka begitu riu dan akupun beranjak pergi meninggalkan rumpian takut ngegosip dan menimbulkan fitnah. Dimana – mana ibu – ibu hobbi ngerumpi “emang dasar wanita”

Dari rumpian mereka ada satu kata yang menarik yaitu “Cemburu” jadi cemburu itu tandanya apa ya, perhatiankah?, cintakah? Atau Curiga dan prasangka? 3 pertanyaan yang melekat dikepalaku. Kok jadi kepikiran juga ne. wajarkah rasa cemburu itu kita miliki atau tidak?

2 responses to this post.

  1. Egh ayu sudah nikah ya. .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: